Website TIK SMAN 3 JAKARTA

Image and video hosting by TinyPic
Masukkan Code ini K1-AYEA5C-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

SELAMAT DATANG DI BLOG AaFahmi

Alat Penghitung Suara Otomatis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di Tengah peradaban dan kecanggihan teknologi yang berkembang, kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong manusia untuk lebih berfikir kreatif, kritis dan inovatif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia mencapai keberhasilan di segala bidang. Misalnya kemajuan di bidang elektronika yang diaplikasikan dalam berbagao bidang kehidupan manusia sehingga menghasilkan system kerja yang kondusif, efektif dan efisien.

Negara Indonesia adalah negara demokrasi yang sebelum pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono mulai dipraktekan pemilihan umum secara langsung. Jadi dis ertapa daerah mulai dari daerah yang besar sampai ke pelosok – pelosok negeri melakukan pemilihan umum secara langsung.

Oleh karena itulah diperlukan suatu alat yang efektif dan efisien untuk dapat menghitung kotak suara pemilu secara otomatis, penghitung suara otomatis ini tentu saja digunakan untuk mempermudah penghitungan suara serta emngindari praktek – praktek penyimpangan serta kecurangan dalam penghitungan suara. Lareana alat ini akan secara otomatis menghitung surat suara yang masuk.

Alat ini bekerja dengan system pencacah dan sensor. Jadi ketika surat suara yang masuk kedalam kotak suara pemilu, maka pencacah atau penghitung akan secara otomatis naik atau bertambah. Dan akan berhenti apabila kotak suara telah penuh. Penghitung suara digunakan seven segment sebagai display dan dihubungkan dengan pencacah yang terdapai ic, pencacah akan mengkode dan memeragakan jumlah surat suara yang masuk dalam kotak suara.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana membuat penghitungan kotak suara pemilu digital ?
  2. Bagaimana mendeteksi surat suara yang masuk dalam kotak suara ?
  3. Bagaimana cara kerja dari system penghitungan kotak suara pemilu digital ?

C. Pembatasan Masalah

Dari berbagai masalah yang diidentifikasikan diata, maka penulis membatasi masalah pada pembuatan alat tugas akhir semester system penghitungan surat suara pemilu digital.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembahasan masalah yang ada, maka masalah yang akan diteliti dapat dirmuskan sebagai berikut : “ Bagaimana membuat system miniatur penghitungan surat suara pemilu digital ? “

E. Kegunaaan alat

Dari hasil penelitan diharapkan pembuatan alat system penghitungan surat suara otomatis dapat bermanfaat dalam kehidupan diantaranya :

  1. Membantu dalam proses penghitungan kotak suara digital secara otomatis
  2. Mengefisienkan waktu dan mengurangi terjadinya human error
  3. Efisiensi tenaga, dan waktu
  4. Untuk menambah peralatan laboratorium dan digunakan sebagai media praktek mahasiswa jurusan pendidikan Teknik Elektro FT UNJ
  5. Bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.

BAB II

PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERFIKIR

A. Deskripsi Teoritis

  1. Sensor

a. Dioda infra merah

Dioda infra merah merupakan komponen yang dapat menghasilkan cahay infra merah, cahay infra merah ini merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan
spektroskop cahaya, maka radiasi cahay infra merah akan nampak pada spectrum electromagnet dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang cahaya infra merah.
Cahaya infra merah, walaupun mempunyai panjang gelombang yang sangat panjang tetap tidak dapat melewatkan cahaya yang nampak sehingga cahaya infra merah tetap mempunyai karakteristik seperti halnya cahaya yang nampak oleh mata.

b. Fotodioda

Disebut fotodioda karena jumlah elektrodanya ada dua ( anoda dan katoda ) dan arus yang mengalir padanya dengan mudah dalam salah satu arah dan sulit dalam arah lainnya. Aliran arus pada arah yang sulit dapat berubah dengan adanya perubahan intensitas cahaya yang mengenainya, dengan demikian untuk pengaplikasian fotodioda pada rangkaian maka komponen ini harus dipasang terbalik yaitu anoda dihubungkan ke ground dan katoda dihubungkan ke positif suplai tegangan.

Yang terpenting untuk arus kecil yang melewati dioda sewaktu dibias terbalik adalah bahwa arus ini sebanding dengan intensitas cahaya apabila tegangan ditahan konstan arus bias terbalik sangatlkah kecil dan berubah sesuai dengan tingkat pencahyan . Dari sekitar I nA di tempat gelap ( nA = 10-9 ) samapai sekitar ( mA = 10-3 ) di tempat terang.

  1. Peraga LED tujuh segment

Peraga tujuh segment dapat disusun dengan masing – masing segmen berupa suatu bilangan tipis yang menyala. Jenis unit ini disebut peragaaan pijar dan sama dengan lampu biasa. Peraga led yang biasa mengeluarkan karakteristik sinar yang berwarna merah bila dalam keadaan menyala.

Led secara dasar merupakan dioda sambungan PN, bila dioda mendapat bias maju, arus mengalir melalaui sambungan PN dan cahaya yang dipancarkan dipusatkan oleh lensa plastik. Memungkinkan pemakai melihat cahaya tersebut. Banyak LED dibuat dari gallium arsenida (Gas) dan beberapa bahan yang bersangkutan.

  1. Fotoresistor

Fotoresistor atau yang lebih diknal dengan LDR ( light Dependent Resistor ) yaitu resistir yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh cahaya. Pada keadaan terang besar nilai hambatan dari LDR kecil, sedangkan pada keadaan gelap nilai hambatannya besar bisa mencapai jutaan ohm.

  1. Pencacah

Hampir setiap system digital kompleks berisi beberapa pencacah. Fungsi pencacah merupakan salah satu dari pencacahan kejadian atau periode waktu atau menempatkan kejadian secara berurutan. Pencacah juga mengerjakan beberapa pekerjaan yang tidak begitu jelas : membagi frekuensi, alamat dan menyelenggarakan unit memori. Karena penggunaan pencacah sangat luas, maka sekarang telah dibuat pencacah yang terakit dalam bentuk IC. Beberapa pencacah tersedia dalam bentuk TTL dan kelompok CMOS

B. Kerangka Berfikir

Indonesia yang sedang menuju negara demokrasi dengan melalui pemilihan Umum yang jujur dan adil membutuhkan suatu alat yang dapat mengatasi dan mengantisipasi kecurangan atau masalah human error, karena pada zaman sekarang ini masyarakat semakin kritis dalam menyikapi kehidupan.
Alat penghitung surat suara otomatis dalam Pemilu ini digunakan dengan system pencacah dan sensor yang akan bertambah atau naik apabila bertambah surat suara. Berikut ini gambar blok diagram dari system penghitungan kotak surat suara otomatis
Surat suara yang masuk akan mengenai sensor yang dipasang dalam kotak suara, karena adanya sensor ini, maka sensor akan meneruskan ke pencacah ( counter ), sehingga pencacah akan meneruskan ke seven segment, sehingga alat penghitung akan ditampilkan secara digital.

A. Skema Alat dan Rangkaian

1. Rangkaian Counter (Pencacah)