E – LEARNING
PENDAHULUAN
E – Learning atau Electronic – Learning merupakan istilah bahasa Inggris yang artinya Pembelajaran atau belajar yang menggunakan media elektronik, seperti televisi, radio, komputer, dan media-media lain yang umumnya adalah hardware. Berbicara E – Learning tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang berkembang begitu cepatnya sejak munculnya revolusi industri di Inggris. Dengan kata lain, E – Learning bisa dikaitkan atau sama dengan teori teknologi pendidikan yang sudah berkembang sejak lama. Untuk itu dalam pembahasan, kami hanya membahas masalah-masalah seputar media atau alat yang digunakan dalam E – Learning atau Teknologi Pendidikan.
Pengertian Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan dapat diartikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis, menurut sistem tertentu, teknik dan alat Bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia.
Teknologi dan Pendidikan
Hasil teknologi teah sejak ama dimanfaatkan dalam pendidikan. Penemuan kertas, mesin cetak, radio, film, TV, computer, dan lain-lain segera dimanfaatkan bagi pendidikan. Pada hakekatnya alat-alat itu tidak dibuat khusus untuk keperluan pendidikan seperti film, radio, TV, computer, dan sebagainya. Akan tetapi, alat-alat itu ternyata dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.
Sampai tahun ± 1950 alat-alat pengajaran, yang lazim disebut alat audio visual, masih terbatas jumah maupun penggunaannya. Sejak 1950-an perkembangan alat-alat teknologi berkembang dengan pesat. Proliferasi atau pertambahan cepat alat teknologi pendidikan atau “hardware” menimbulkan ketinggalan dalam perkembangan “software” nya.
Banyak yang diharapkan dari alat-alat teknologi pendidikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan, misalnya untuk mengatasi kekurangan guru guna memenuhi aspirasi belajar penduduk yang cepat pertumbuhannya atau untuk membantu pelajar menguasai pengetahuan yang sangat pesat berkembang sehingga disebut eksplosi pengetahuan untuk membantu siswa belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien.
Media E - Learning
Dalam menyampaikan pelajaran bermacam-macam alat/media telah diciptakan agar mempermudah siswa untuk memahami. Disini ada beberapa alat/media pendidikan, yaitu :
Film
Beberapa keuntungan film ialah :
•Film sangat baik menjelaskan suatu proses, bila perlu dengan menggunakan “slow motion”.
•Tiap murid dapat belajar sesuatu dari film, yang pandai maupun yang kurang pandai.
•Film sejarah dapat menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realities dalam waktu yang singkat.
•Film dapat membawa anak dari Negara yang satu ke Negara yang lain dan dari masa yang satu ke masa yang lain.
•Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.
Film Strip dan Slide
Filmstrip dan slide diperlihatkan kepada murid-murid dengan menggunakan proyektor. Gambar yang ditunjukkan berupa foto, tabel, diagram karton, reproduksi lukisan, dan gambar yang tidak bergerak.
Overhead Projector
Overhead projector dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Overhead projector dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
Tape Recorder
Alat ini sangat serasi untuk digunakan dalam pelajaran bahasa. Keuntungannya antara lain :
•Murid dapat mendengarkan kembali apa yang diucapkan atau dibacanya agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan.
•Dengan tape recorder dapat diketahui kemajuan anak dalam aspek-aspek bahasa seperto lafal, kelancaran berbicara susunan kalimat dan sebagainya bila dibandingkan kemampuan anak sebelum dan sesudahnya.
•Tape recorder dapat digunakan dalam interview atau untuk merekam pelajaran atau ceramah orang ahli.
•Untuk pelajaran seni suara tape recorder mempunyai banyak kegunaan.
Siaran Dalam Proses Pendidikan
Ada gejala dalam pendidikan modern untuk beralih dari pengajaran yang berpusat pada guru ke arah belajar yang mengutamakan kegiatan murid. Aktivitas murid, belajar berdasarkan pengalaman murid, belajar sendiri sebagai dasar proses mengajar-belajar telah dicanangkan sejak lama. Anak harus dididik untuk belajar “learning to learn” atau belajar sendiri, mencari bahan pelajaran dari berbagai sumber seperti buku, film, radio, dan televisi.
Perkembangan perpustakaan dan alat audio visual, termasuk siaran radio dan televisi turut mengembangkan kesempatan dan kesanggupan untuk belajar sendiri, tanpa selalu mendapat bimbingan dari guru.
Beberapa alasan menggunakan siaran radio dan televisi antara lain :
•Siaran dapat membawa dunia luar ke dalam kelas yang menyamai pengalaman langsung.
•Siaran merupakan sumber informasi yang paling mutakhir dalam bentuk yang mudah dipahami, di samping buku, film, gambar, dan lain-lain.
•Siaran menciptakan suasana yang menyenangkan, merangsang, dan membangkitkan ide-ide baru.
•Siaran dapat memberi informasi yang tidak segera dapat dapat diberikan oleh guru atau tak dapat disajikannya dalam bentuk yang dapat menyamai siaran itu.
•Cara penyiaran oleh siaran sangat hidup, menarik dan mengundang keterlibatan anak dalam peristwa-peristiwa yang diperlihatkan.
•Siaran dapat menyampaikan hal-hal yang tidak dapat disajikan oleh guru seperti musik, bentuk-bentuk kebudayaan, dan kesenian.
•Siaran dapat mengembangkan kesanggupan dan ketrampilan atau teknik melihat dan mendengarkan.
Bila langsung digunakan siaran dari radio atau televisi, guru harus berusaha untuk menyesuaikannya dengan jadual pelajaran. Biasanya program atau acara untuk siaran radio atau televisi pendidikan lebih dahulu dicetak dan disebarkan, sehingga guru-guru mengetahui program yang sesuai bagi murid-muridnya. Jika ada kemungkinan untuk merekamnya, maka guru tidak terikat pada waktu siaran. Selain itu guru dapat lbih dahulu mendengarkan atau melihatnya sebelum disajikan kepada murid-murid. Cara ini besar faedahnya bagi kegiatan follow-up sesuadah program itu diperlihatkan.
Closed Circuit Television (CCTV)
CCTV merupakan alat pendidikan yang banyak digunakan di sekolah maupun perguruan tinggi di Negara-negara maju seperti USA, Inggris, Jepang. CCTV harus ditangani sendiri oleh staf lembaga pendidikan yang bersangkutan, walaupun mereka bukan ahli dalam bidang siaran, Staf pengajar akan turut dilibatkan dalam perencanaan keseluruhan program dalam persiapannya maupun penyiarannya. Para dosen akan sering diminta untuk memberikan pelajaran demonstrasi, ceramah, dan sebagainya, melalui CCTV. Dengan sendirinya yang diminta adalah tenaga pengajar yang baik.
Mesin Belajar dan Belajar Berprogram
Salah satu hasil perkembangan teknologi pendidikan adalah mesin belajar atau teaching machine. Alat ini diciptakannya sebenarnya bertujuan untuk mentest kesanggupan atau pengetahuan mahasiswa dengan test objektif yang empat alternatifnya. Mesin itu mempunyai empat tombol sesuai dengan jumlah kemungkinan jawaban. Mahasiswa harus menekan salah satu tombol menurut nomor jawaban yang dianggapnya benar.
Dengan mesin ini murid dapat belajar sendiri menurut kecepatan masing-masing. Langkah-langkah diatur sedemikian rupa sehingga banyak harapan bahwa murid dapat melakukannya dengan baik. Bila salah, maka kesalahan itu segera diperbaiki, atau murid dibimbing secara khusus seperti dalam program bercabang agar dapat mmbuatnya sendiri tanpa bantuan guru. Program yang disediakan sama bagi semua murid, akan tetapi murid dapat belajar menurut kecepatannya sendiri sehingga anak yang pandai dapat menyelesaikannya dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan anak yang kurang pandai.
Belajar berprograma dapat dilakukan dengan mesin, akan tetapi juga dengan buku yang disusun dengan tujuan itu. Anak-anak dapat belajar tanpa guru, bahkan tanpa diajar, akan tetapi dengan bantuan guru proses belajar dapat dipermudah dan dipercepat. Oleh sebab itu, guru tetap memegang suatu peranan yang penting. Selayaknya guru menaruh minat terhadap perkembangan hard ware teknologi pendidikan dan kapan saja ada kesempatan, berusaha cara mempelajari penggunannya. Alat teknologi pendidikan modern bukanlah musuh guru akan tetapi alat pmbantu guru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses mengajar-belajar.
Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa merupakan variasi mesin mengajar yang juga menggunakan sejumlah alat audio-visual lainnya misalnya tape recorder, filmstrip, pelajaran berprograma, dan sebagainya.
Laboratorium yang sederhana terdiri atas sejumlah “booth” atau “kotak” tempat anak belajar secara individual. Dengan memutar rekaman berisi pelajaran ia menjawab pertanyaan atau mengulangi kalimat atau lafal kata-kata, kemudian mendengarkannya kembali dan membandingkannya dengan “master tape”. Rekaman jawabannya dapat dihapusnya untuk mengulangi pelajaran yang belum dikuasainya, sampai benar-benar diketahuinya. Anak-anak dapat belajar sendiri dan bila absen beberapa waktu dapat melanjutkannya tanpa terikat pada kemajuan murid-murid lain.
Mesin belajar dan laboratorium bahasa mahal dan seperti alat elektronik lainnya dapat rusak sehingga memerlukan respirasi dari ahli teknik yang khusus. Namun yang paling penting mengnai alat teknologi pendidikan bukan hanya soal harganya, melainkan ketrampilan guru untuk menggunakannya bagi peningkatan mutu pendidikan. Makin tinggi teknologi, makin tinggi pula ketrampilan yang dituntut dari guru.
Komputer
Komputer adalah hasil teknologi modern yang membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar bagi alat pendidikan. “Computer-assisted instruction” (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam belajar dan membantu murid dalam belajar.
Komputer sebagai alat pelajaran (CAI) mempunyai sejumlah keuntungan :
•Ia dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran. Karena komputer itu “sabar, cermat, mempunyai ingatan yang hampir sempurna”, ia sesuai sekali untuk latihan dan remedial teching. Tak ada guru yang dapat memberi latihan tanpa jemu-jemunya seperti komputer.
•CIA memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan sgera seperti membuat hitungan atau mereproduksi grafik, gambaran and memberikan bermacam-macam informasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia manapun.
•CAI sangat fleksibel dalam mengajar dan dapat diatur menurut keinginan penulis pelajaran atau penyusunan kurikulum.
•CAI dan mengajar oleh guru dpat saling melengkapi. Bila komputer tidak dapat menjawab pertanyaan murid dengan sendirinya guru akan menjawabnya. Ada kalanya komputer dapat memberi jawaban yang tak dapat segera dijawab oleh guru.
•Selain itu komputer dapat pula menilai hasil setiap pelajar dengan segera.
Kesimpulan
Perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesatnya membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dampak yang diakibatkan dari perkembangan teknologi ini tidak hanya berdampak pada sektor industri saja, tetapi berdampak pula pada sektor pendidikan.
Pada sektor pendidikan, dampak perkembangan teknologi mempengaruhi pola pengajaran atau cara yang di tempuh agar mutu pendidikan dapat berkembang dan dapat dirasakan oleh siapapun dan dimanapun. Salah satunya adalah berkembangnya pola pengajaran yang bernama “E – Learning”.
E – Learning merupakan suatu pola pengajaran yang menggunakan alat elektronik seperti OHP, computer, TV, radio dan lain-lain. Penerapan E – Learning di sekolah-sekolah pada saat ini sudah ada kemajuan, apalagi saat ini diterapkannya kurikullum 2004 atau yang lebih dikenal dengan istilah KBK (Kurikullum Berbasis Kompetensi).
Sumber Rujukan
Nasution S. Teknologi Pendidikan. Bandung. 1982.

