
Dahulu kala, ayam jago adalah raja di pertanian. Sudah menjadi tugasnya untuk tetap menjaga para ayam supaya tetap aman. Ia dapat terbang dari tiap rumah ke rumah untuk mengawasi mereka dari pemangsa.
Suatu hari, naga dan cacing pergi ke pertanian untuk melihat pekerjaan ayam jago tersebut. Mereka melihatnya terbang dari atap ke atap, menakut-nakuti rubah dan anjing. Mereka bertepuk tangan untuknya karena pertanian menjadi aman. "Hai ayam jago," kata naga, "kami dari tadi melihatmu terbang. Bagaimana kamu bisa melakukannya?"
Ayam jago itu selalu senang mendengar pujian. "Aku memakai sisir ajaib di kepalaku. Lihat? Yang berwarna kuning," ayam jago itu menunjukkanya yang ada di atas kepalanya.
Naga itu bertanya, "Bolehkah aku mencoba sisir ajaib itu? Aku tidak bisa terbang, tapi aku ingin mencoba".
"Hmm, tidak tahu. Bagaimana aku bisa percaya bahwa kamu akan mengembalikannya?"
"Temanku cacing akan tinggal denganmu. Dialah jaminanku. "balas naga dengan enggan, ayam jago itu menyetujui dan memberikannya sisir ajaib itu kepada naga. Naga itu terbang ke langit dan meninggalkan ayam jago dan cacing darat.
"Apakah ia bilang kapan akan kembali?" tanya ayam jago. Cacing itu meyakinkannya bahwa ia akan segera kembali.
Matahari sudah mulai tenggelam dan matahari terbit lagi keesokan harinya.
Ayam jago melompat ke kotak pos, ia melihat ke atas dan berpaling kepada cacing. "Hari ini adalah hari ketiga setelah kamu mengatakannya bahwa naga akan kembali dan ternyata naga belum juga kembali" ayam jago melompat ke atap kandang dan berteriak sekuat tenaga ke langit. "DIMANA SISIRKU? DIMANA SISIRKU?"
Cacing itu pun mulai menertawakan si ayam jago. "Dasar bodoh. Kamu memberikan naga sisir ajaibmu dan sekarang kamu tidak bisa terbang."
Dengan sangat marah, ayam jago itu melompat ke tanah, mengepakkan sayapnya dan mulai mematuki cacing. "Ia seharusnya mengembalikannya. Kamu bilang ia pasti mengembalikannya!"
Sejak saat itu, setiap pagi, bahkan hingga saat ini, masih terdengar ayam jago itu berteriak "DIMANA SISIRKU?" dan ayam jago itu juga mengejar cacing ladang.

